Hilirisasi Mineral Tak Cukup, Indonesia Harus Kuasai Teknologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional dan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, pembahasan tentang hilirisasi mineral kembali mendapatkan perhatian. Is Prima Nanda, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Andalas, menegaskan bahwa kekayaan mineral Indonesia tidak cukup hanya diolah menjadi bahan baku; nilainya akan lebih besar ketika dikembangkan menjadi material maju dan produk teknologi bernilai tinggi. Hal ini penting untuk meningkatkan kapabilitas industri, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat kemandirian teknologi nasional.
Menurut Prima Nanda, tantangan utama Indonesia bukan lagi ketersediaan sumber daya mineral, tetapi kemampuan membangun rantai nilai terintegrasi. Indonesia perlu menguasai teknologi mulai dari pemurnian, rekayasa material, desain produk, hingga proses manufaktur. Tujuannya adalah agar negeri dapat naik ke produk teknologi bernilai tinggi, bukan sekadar meningkatkan kapasitas produksi mineral.
Material dianggap sebagai fondasi hampir seluruh teknologi modern. Mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, timah, dan mineral kritis lainnya, baru akan memberikan nilai tambah yang signifikan jika berhasil direkayasa menjadi material dengan karakteristik dan performa khusus yang dibutuhkan oleh industri teknologi.
Bagikan
Berita terkait
PHK dan Matinya Daya Tahan Sektor Riil
Detik.com · 27 September 2026 pukul 16.28
Biang Kerok PHK Tembus 53.000 Orang Versi Buruh & Pengusaha
Detik.com · 27 September 2026 pukul 06.25
Ekspor Furnitur RI Masih Bergantung AS, Airlangga Dorong Cari Pasar Baru
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 19.27
Dexa Group Raih IHYA 2026, Konsisten Menjaga Standar Halal
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 20.24