Hilirisasi Sukses Tekan Pengangguran di Halmahera Selatan, Sisa 2%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hilmahera Selatan berhasil menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga kisaran 2%, menjadi terendah di Provinsi Maluku Utara. Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan Maluku Utara Daud Djubedi, pencapaian ini didorong kuatnya aktivitas industri pertambangan dan hilirisasi nikel, khususnya di Pulau Obi. Salah satu perusahaan yang beroperasi di sana, Harita Nickel, menyerap sekitar 45% dari total karyawan Indonesia perusahaan dari Maluku Utara. Data BPS menunjukkan TPT konsisten di kisaran 2% sejak Agustus 2023, dengan fluktuasi kecil hingga 2,5% pada 2025 akibat pertambahan jumlah penduduk.
Untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja, Harita Nickel juga menjalankan Program PELITA (Pelatihan dan Pendidikan Vokasi Terintegrasi) sejak 2024. Program ini membekisi pemuda Pulau Obi dan sekitarnya dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri, seperti operator alat berat, operator overhead crane, pelatihan Bahasa Mandarin vokasi, hingga teknisi AC. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teori dan praktik, tetapi juga pengalaman magang dan sertifikasi kompetensi.
Daud menargetkan TPT turun hingga 1,91% pada 2027 melalui dua strategi: meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal untuk masuk ke dunia kerja formal, dan mendorong penciptaan wirausaha baru melalui pelatihan serta pemberdayaan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Menaker Sebut 50% Peserta MagangHub di Industri Langsung Diterima Kerja
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 15.15
Pengangguran RI Turun Jadi 4,65%, tapi 4,8 Juta Anak Muda Masih Menganggur
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 06.57
Pengangguran Usia Muda Tinggi, Perusahaan Malah Sulit Cari Pekerja
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 13.15
RUU Ketenagakerjaan Perlu Perluas Kesempatan Kerja
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 12.23