IAKMI: Upaya kolaboratif pencegahan perlu diperkuat tangani kathutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dr. Hermawan Saputra, Ketua IAKMI, menyatakan kolaborasi multipihak penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla terjadi setiap tahun, sehingga pencegahan harus dini dengan menghindari buang sampah, pembakaran sembarangan, dan pembukaan lahan selama musim kemarau. Upaya pencegahan melibatkan kesehatan, kehutanan, perkebunan, sosial, dan ketenagakerjaan. Individu disarankan menggunakan masker N95, minum air putih, dan pakaian tertutup saat terpapar asap. Asap karhutla mengandung partikel berbahaya yang memicu ISPA, asma, PPOK, serta gejala seperti pusing dan sesak napas, berisiko bagi ibu hamil, lansia, dan anak. Kemenkes menyediakan masker, konsentrator oksigen, dan pos darurat di 7 provinsi terdampak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 6 September 2026 pukul 07.05
El Nino Ekstrem, Pakar Minta Penanganan Karhutla Tak Saling Tuding
VOI · 5 September 2026 pukul 22.00
Polri Tetapkan 113 Tersangka Kasus Karhutla hingga 4 September 2026
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 21.49
Pakar Ungkap Bahaya Partikel Mikro dari Karhutla yang Mengganggu Paru-Paru
Detik.com · 5 September 2026 pukul 20.15
Walkot Pekanbaru Ajak Ulama & Santri Doakan RI Terbebas dari Karhutla
Berita terkait
Pemerintah Diminta Tiru Cina untuk Tangani Karhutla
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 21.32
Menjaga Napas, Jiwa, dan Kehidupan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 19.40
Kolaborasi Lintas Sektor Memperkuat Pencegahan Karhutla di Cengal
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 13.34
Apel Siaga Karhutla, Kapolda Riau Tekankan Kolaborasi Polri-TNI-Pemda
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 19.48