Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

IHSG menguat di tengah "wait and see" data ekonomi domestik dan global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka kuat 12,64 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.538,12, sementara Indeks LQ45 naik 0,92 poin atau 0,14 persen ke 644,75. Pasar bersikap wait and see menanti data ekonomi domestik seperti inflasi yang diperkirakan naik ke 0,2 persen (mtm) pada Agustus 2026 dari deflasi 0,14 persen pada Juli 2026, dan inflasi tahunan diproyeksikan mencapai 3,13 persen (yoy). Data neraca perdagangan juga ditantikan dengan defisit diperkirakan turun menjadi 0,3 miliar dolar AS dari 0,45 miliar dolar AS pada Juni 2026. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memprediksi IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.450-6.570. Pelaku pasar juga memantau data global termasuk PMI Manufacturing China yang diperkirakan naik ke 51, inflasi Euro ke 3,3 persen (yoy), dan ISM Manufacturing PMI AS yang turun ke 55,2. Pertempuran AS dengan Iran menyebabkan kenaikan harga minyak, sementara The Fed mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September 2026 untuk menekan inflasi. Bursa regional Asia pagi ini melemah, termasuk Nikkei turun 0,33 persen ke 65.093, Shanghai melemah 0,17 persen ke 3.979,4, dan Hang Seng anjlok 1,22 persen ke 25.255. Wall Street juga mengalami penurunan dengan S&P 500 turun 0,33 persen ke 7.686,14 dan Dow Jones melemah 0,70 persen ke 53.185,90. U.S. 10-year Bond Yield naik 2 bps ke 4,75 persen di tengah ketegangan geopolitik dan pertemuan G20 di AS.

Berita terkait