Ilmuwan Peringatkan Bumi Dekati Titik Kritis Ancam Eksistensi Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman eksistensial bagi manusia karena Bumi mendekati beberapa titik kritis global. Risiko utama meliputi keruntuhan hutan Amazon, pencairan total es kutub, serta mencairnya permafrost yang menyimpan 1,5 triliun metrik ton karbon. Kenaikan suhu global yang mencapai 0,15 hingga 0,20 derajat Celsius setiap dekade diprediksi akan membuat banyak wilayah tidak layak huni dan memicu migrasi besar-besaran.
Profesor Will Steffen menekankan adanya kesenjangan berbahaya antara waktu yang dibutuhkan untuk transisi sistem berkelanjutan dengan waktu intervensi yang tersisa. Kondisi ini diperparah oleh ledakan populasi dan fenomena cuaca ekstrem, seperti gelombang panas di Eropa yang menyebabkan sungai-sungai utama menyusut. Jika tidak segera diatasi, kerusakan lingkungan ini dikhawatirkan menjadi permanen dan mengancam kelangsungan hidup umat manusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.31
Menteri Jumhur Berharap Negara Besar Ikut Bertanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
Berita terkait
Salju Abadi di Puncak Jaya Papua Tak Lagi Abadi, 2027 Diprediksi Hilang
Detik.com · 30 September 2026 pukul 09.15
Kenapa Buang-buang Makanan Bikin Bumi Makin Panas?
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 15.30
Hadapi Perubahan Iklim, 269.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Jawa
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 13.45
Menteri AHY Benar, Bukti Kondisi Indonesia Sudah Genting Makin Banyak
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.20