Ilmuwan Peringatkan Bumi Dekati Titik Kritis Ancam Eksistensi Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman eksistensial bagi manusia karena Bumi mendekati beberapa titik kritis global. Risiko utama meliputi keruntuhan hutan Amazon, pencairan total es kutub, serta mencairnya permafrost yang menyimpan 1,5 triliun metrik ton karbon. Kenaikan suhu global yang mencapai 0,15 hingga 0,20 derajat Celsius setiap dekade diprediksi akan membuat banyak wilayah tidak layak huni dan memicu migrasi besar-besaran.
Profesor Will Steffen menekankan adanya kesenjangan berbahaya antara waktu yang dibutuhkan untuk transisi sistem berkelanjutan dengan waktu intervensi yang tersisa. Kondisi ini diperparah oleh ledakan populasi dan fenomena cuaca ekstrem, seperti gelombang panas di Eropa yang menyebabkan sungai-sungai utama menyusut. Jika tidak segera diatasi, kerusakan lingkungan ini dikhawatirkan menjadi permanen dan mengancam kelangsungan hidup umat manusia.
Bagikan
Berita terkait
Tanda Kiamat Muncul dari Sikat Gigi
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 21.00
Bumi Menuju Kiamat Makin Cepat, Situasinya Sudah Sangat Genting
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 18.40
Kabar Buruk, Bumi Memanas Makin Cepat
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 08.45
Tanda Kiamat Muncul di Batang Pohon, Pakar Beri Peringatan
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 07.40