Ilmuwan Prediksi Letusan Anak Krakatau 2026 Mendinginkan Bumi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan Anak Krakatau yang terjadi tidak diperkirakan dapat menyebabkan pendinginan global yang signifikan. Menurut Dan DePodwin, Direktur Senior Operasi Prakiraan Cuaca di AccuWeather, kepulan abu vulkanik dari letusan tersebut terutama berada di troposfer dan tidak mencapai stratosfer. Hal ini berarti dampaknya hanya bersifat lokal dan jangka pendek terhadap suhu, sehingga tidak mampu menyeimbangkan pemanasan akibat El Niño yang sedang berlangsung.
Badan meteorologi Indonesia mendeteksi material vulkanik pada ketinggian hingga 15.240 meter di sebelah barat dan 6.096 meter di sebelah timur Anak Krakatau. Meskipun letusan ini melepaskan kepulan abu dan gas yang cukup tebal, para ilmuwan menegaskan bahwa intensitasnya belum cukup untuk memengaruhi iklim global secara signifikan.
Agar sebuah letusan gunung berapi dapat menyebabkan efek pendinginan global yang besar, diperlukan pelepasan sulfur dioksida dalam jumlah besar hingga mencapai stratosfer. Letusan Anak Krakatau kali ini tidak memenuhi kriteria tersebut karena kepulan abunya tetap berada di bawah batas tropopause, yaitu batas antara troposfer dan stratosfer.
Bagikan
Berita terkait
Kisah Polisi Australia Bingung Mendengar Letusan Krakatau 1883
Detik.com · 9 September 2026 pukul 06.15
Bukan Cuma El Nino, Ini Penyebab Kebakaran Bertubi-tubi Hantam RI
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.10
Menkes Ingatkan DBD Berpotensi Naik saat El Nino, Ini Cara Pencegahannya
kumparan · 14 September 2026 pukul 19.55
Sensor Tsunami di Kawasan Krakatau Kurang, BRIN Usul Tambah
Detik.com · 14 September 2026 pukul 19.45