Ilmuwan Yakin Gundukan di Gunung Turki Sisa Kapal 'Raksasa' Nabi Nuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim peneliti internasional menyatakan bahwa situs Durupçınar di dekat Gunung Ararat, Turki, kini 100% terkonfirmasi sebagai struktur buatan manusia kuno, bukan fitur geologis alami. Formasi berbentuk perahu ini diduga merupakan sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh. Para ilmuwan menemukan bahwa situs tersebut tidak terbuat dari batuan dasar padat atau kapur, melainkan terdiri dari lapisan yang terbagi menjadi tiga bagian dengan ruang, koridor, dan terowongan, sesuai kisah alkitabiah. Pendiri Noah's Ark Scans, Andrew Jones, menyebut temuan ini menghancurkan teori sebelumnya yang mengaitkan formasi dengan aktivitas gletser atau aliran lumpur.
Tim peneliti juga menemukan bahan organik di lokasi tersebut yang sedang diuji untuk melacak jejak kayu yang membusuk. Jones, yang mempelajari situs sejak 1997, menggambarkan momen penting saat pengeboran inti mendapati lapisan keras tak terduga hingga mata bor hancur. Kayu yang membatu atau terensiferasi menjadi dua kemungkinan utama yang akan dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium independen.
Meskipun sampel masih dalam pengujian, Jones yakin bahwa situs Durupçınar adalah Bahtera Nabi Nuh. Ia menempatkan situs ini di bawah pengujian paling ketat untuk memastikan validitas temuan.
Bagikan
Berita terkait
Pakar Internasional Kembali Teliti Formasi 'Bahtera Nuh' di Turki
Detik.com · 26 September 2026 pukul 16.32
Struktur Raksasa yang Diklaim Sebagai Bahtera Nuh Ditemukan?
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 21.22
Kisah Para Sopir Bajaj di Gambir: Dari Ditipu Penumpang hingga Asuh Anak Yatim
kumparan · 27 September 2026 pukul 00.00
Peringati HUT ke-1, GKSR Usulkan Parliamentary Threshold 1% di RUU Pemilu
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 23.48