Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Impor Udang Rugikan Petambak, Pemerintah Diminta Perkuat Industri Lokal

Pemerintah diminta memperkuat industri udang lokal guna menghadapi masuknya udang vaname asal Ekuador. Kekhawatiran muncul setelah 120 ton udang Ekuador masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak pada Juni 2026. Meski KKP menyatakan impor tersebut hanya untuk bahan baku industri pengolahan di Kawasan Berikat dan bukan konsumsi domestik, risiko penyakit dan stabilitas harga tetap menjadi ancaman.

Kesenjangan biaya produksi menjadi tantangan utama, di mana harga udang Ekuador dan India lebih rendah USD1–1,5 per kilogram dibanding produksi lokal. Petambak nasional terbebani biaya pakan, benur, listrik, BBM, tenaga kerja, dan logistik yang tinggi. Penguatan penyerapan produksi lokal dianggap krusial untuk menjaga keberlanjutan usaha tambak dan posisi Indonesia sebagai eksportir udang dunia.

Berita terkait