Impor Udang Rugikan Petambak, Pemerintah Diminta Perkuat Industri Lokal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah diminta memperkuat industri udang lokal guna menghadapi masuknya udang vaname asal Ekuador. Kekhawatiran muncul setelah 120 ton udang Ekuador masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak pada Juni 2026. Meski KKP menyatakan impor tersebut hanya untuk bahan baku industri pengolahan di Kawasan Berikat dan bukan konsumsi domestik, risiko penyakit dan stabilitas harga tetap menjadi ancaman.
Kesenjangan biaya produksi menjadi tantangan utama, di mana harga udang Ekuador dan India lebih rendah USD1–1,5 per kilogram dibanding produksi lokal. Petambak nasional terbebani biaya pakan, benur, listrik, BBM, tenaga kerja, dan logistik yang tinggi. Penguatan penyerapan produksi lokal dianggap krusial untuk menjaga keberlanjutan usaha tambak dan posisi Indonesia sebagai eksportir udang dunia.
Bagikan
Berita terkait
DPR Ketok Pagu Anggaran KKP 2027 Rp 16,65 T, Begini Respons Trenggono
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.07
Bukan Sapu-Sapu, Tetangga RI Perang Lawan Ikan Ini
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.55
Penambang Emas Rakyat Madina Menanti Kepastian Hukum
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.41
2 Juta Ton Baja Lapis Seng China Masuk RI, Industri Lokal Kena Imbas
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 21.00