India Tiba-Tiba Obral Besar-besaran Saham BUMN, Darurat Keuangan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah India secara mendadak melakukan obral besar-besaran untuk menjual saham BUMN, berhasil mendivestasikan 10 perusahaan pelat merah pada 2026. Penjualan saham LIC (6,5%) menghasilkan US$3,3 miliar (Rp58,74 triliun) dengan diskon 10% yang membuat investor membeludak hingga melebihi saham yang ditawarkan. Total penjualan saham BUMN pada 2026 mencapai Rp46,2 triliun, jauh di atas target tahunan Rp138,6 triliun. Hasil ini menjadi data tertinggi dalam lebih dari satu dekade dan mempercepat capai lebih dari 65% target divestasi tahunan. Langkah ini diambil untuk mengatasi tekanan fiskal akibat perang AS-Iran di Timur Tengah serta pemotongan tarif pajak tidak langsung.
Bagikan
Berita terkait
GREAT Institute Menilai RAPBN 2027 Menunjukkan Arah Kebijakan Ekonomi, Diuji Dua Hal
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 15.20
Beban Utang AS Diproyeksikan Tembus 123 Persen PDB pada 2028, Fitch Soroti Defisit
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 16.15
Prabowo Bidik Defisit RAPBN 2027 Turun Jadi 2,4%
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.08
Purbaya Ungkap Cara Pemerintah Turunkan Utang RI Meski Kini Rp10.293 T
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.15