Industri Galangan Kapal RI Meringis: Rupiah Melemah-Bunga Bank Mahal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri galangan kapal nasional menghadapi tekanan biaya yang meningkat dari dua faktor utama: pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan tingginya suku bunga kredit perbankan. Menurut Anita Puji Utami, Ketua Umum DPP IPERINDO, akses perbankan tidak menjadi masalah utama, namun pola suku bunga yang sama dengan industri lainnya justru menjadi beban bagi galangan kapal yang memiliki siklus pembayaran investasi yang berbeda. Pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS pada 29 September 2026 ini memicu kenaikan harga material impor seperti pelat baja, cat, spare part, hingga komponen kritis seperti main engine dan mesin bantu. Akibatnya, biaya produksi kapal di Indonesia mengalami kenaikan hingga 15%, menurunkan daya saing galangan lokal dibandingkan pesaing asing.
Bagikan
Berita terkait
Gonjang-ganjing Rupiah Ambruk 7,74%, Sinyal BI Kerek Suku Bunga Mencuat
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.03
LPS Tahan Bunga Penjaminan Bank 3,75%
Detik.com · 30 September 2026 pukul 14.06
BI Racik Strategi Jaga Rupiah Tanpa Naikkan Suku Bunga
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 12.26
LPS pertahankan bunga penjaminan simpanan di bank umum dan BPR
ANTARA News · 30 September 2026 pukul 11.50