Inflasi Singapura Tembus Level Tertinggi, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inflasi Singapura mencapai 2,2% YoY pada Juli 2026, level tertinggi hampir dua tahun. Kenaikan dipicu oleh harga energi global yang tinggi akibat perang Iran, menekan biaya listrik, gas, dan transportasi. Secara bulanan, inflasi turun 0,2% karena deflasi. Inflasi inti (tanpa transportasi pribadi dan akomodasi) mencatat 2%, di bawah proyeksi 2,2%. MAS dan MTI memperkirakan tekanan harga impor akan terus ada di kuartal mendatang. Pemerintah mengeluarkan paket bantuan senilai 2 miliar dolar untuk mengatasi dampak biaya hidup. Proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 diangkat menjadi 4,5%-5,5%, didorong oleh AI dan ekonomi yang kuat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 11.45
Singapura Mau Gabungkan 3 Pulau Jadi Satu, Disiapkan untuk Industri Baru
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 08.58
Singapura Mau Reklamasi Besar-besaran, 3 Pulau Bakal Digabung
Berita terkait
Data Center Rusak Bumi-Bikin Warga Sengsara, Singapura Punya Solusinya
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.20
Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.51
Sempat Ambruk Usai Perang Iran, Emas Mendadak Rebound ke USD4.400
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.40
Tagihan Energi Naik 13 Persen, Inflasi Inggris Diperkirakan Capai 2,9 Persen
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.00