Data Center Rusak Bumi-Bikin Warga Sengsara, Singapura Punya Solusinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data center di AS mengonsumsi energi besar, menyebabkan kenaikan tagihan listrik warga sekitar. Singapura mengembangkan pusat data biologis pertama yang menggunakan sel otak manusia sebagai pengganti prosesor silikon. Fasilitas DayOne oleh NUS Medicine dan Cortical Labs menyajikan rak dengan 20 komputer CL1, masing-masing membutuhkan 850-1000 watt, total 20 kilowatt. Meski efisien, sistem life-support hanya menjaga sel hidup selama enam bulan. Peneliti berencana memperdagangkan teknologi ini, sementara penelitian di Belanda mengembangkan chip neuromorfik alternatif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.04
Kapasitas Capai 1,67 GW, Data Center Energy Hunger Dikupas dalam Energy Week
Berita terkait
Pasok Listrik Data Center, Trump Beri Pinjaman Rp 71 Triliun untuk PLTN
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 16.45
Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 21.00
ESDM: Data Center Harus Pertimbangkan Pasokan Listrik dan Air yang Besar
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 18.30
Airlangga Sebut Kebutuhan Energi RI Capai 800 TWh pada 2030, Data Center Jadi Perhatian
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 18.30