Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Inggris Terancam Masuk Jurang Resesi

Inggris terancam masuk resesi akibat penutupan berkepanjangan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Lembaga konsultan EY memperkirakan ekonomi Inggris akan mulai menyusut pada 2027 jika Selat Hormuz tidak kembali dibuka sebelum pertengahan tahun depan. Dalam skenario penutupan berlanjut, pertumbuhan PDB Inggris diperkirakan melambat menjadi 0,5% pada 2026 dan berkontraksi minus 0,2% pada 2027, dengan inflasi melonjak hingga 6,4% pada akhir 2026 akibat kenaikan harga energi.

Sebaliknya, jika Selat Hormuz dibuka kembali paling lambat akhir September 2026, EY memproyeksikan pertumbuhan PDB sebesar 0,8% pada 2026 dan 1,2% pada 2027, dengan inflasi hanya mencapai puncak sekitar 3,5% tahun ini. Bank of England juga memperingatkan risiko serupa, namun dengan proyeksi lebih moderat, memperkirakan inflasi sekitar 4,5% dalam skenario harga minyak dan gas yang tinggi.

EY mengantisipasi Bank of England akan mempertahankan suku bunga acuan sepanjang tahun ini, kemudian mulai memangkasnya dari 3,75% menjadi 3,25% melalui dua kali penurunan pada April dan Juli 2027 untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan gas global, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan inflasi dan memperlambat ekonomi di berbagai negara, termasuk Inggris.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait