Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Negara Monarki Tertua Dunia di Ambang Jurang Resesi

Negara Monarki Tertua Dunia, Inggris, berisiko mengalami resesi akibat penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Lembaga konsultan EY memperkirakan ekonomi Inggris masih dapat tumbuh 0,8% pada 2026 dan 1,2% pada 2027 jika selat kembali dibuka paling lambat akhir September tahun ini. Namun, jika penutupan berlanjut hingga awal atau pertengahan 2027, pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 0,5% pada 2026 dan berkontraksi minus 0,2% pada 2027.

EY juga memperingatkan bahwa penutupan akan mendorong lonjakan harga energi, sehingga inflasi Inggris bisa melonjak hingga 6,4% pada akhir 2026. Sebaliknya, jika selat dibuka dalam waktu dekat, inflasi diperkirakan hanya mencapai puncak sekitar 3,5% tahun ini. Bank of England memiliki proyeksi sedikit berbeda, namun tetap mengakui risiko serupa terhadap ekonomi dan inflasi.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran energi terpenting di dunia, dengan sekitar seperlima perdagangan minyak global melewatinya. Gangguan di selat ini dikhawatirkan memicu inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. EY memperkirakan Bank of England akan mempertahankan suku bunga acuan tahun ini sebelum mulai memangkasnya pada 2027 untuk menopang ekonomi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait