Negara Monarki Tertua Dunia di Ambang Jurang Resesi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Negara Monarki Tertua Dunia, Inggris, berisiko mengalami resesi akibat penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Lembaga konsultan EY memperkirakan ekonomi Inggris masih dapat tumbuh 0,8% pada 2026 dan 1,2% pada 2027 jika selat kembali dibuka paling lambat akhir September tahun ini. Namun, jika penutupan berlanjut hingga awal atau pertengahan 2027, pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 0,5% pada 2026 dan berkontraksi minus 0,2% pada 2027.
EY juga memperingatkan bahwa penutupan akan mendorong lonjakan harga energi, sehingga inflasi Inggris bisa melonjak hingga 6,4% pada akhir 2026. Sebaliknya, jika selat dibuka dalam waktu dekat, inflasi diperkirakan hanya mencapai puncak sekitar 3,5% tahun ini. Bank of England memiliki proyeksi sedikit berbeda, namun tetap mengakui risiko serupa terhadap ekonomi dan inflasi.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran energi terpenting di dunia, dengan sekitar seperlima perdagangan minyak global melewatinya. Gangguan di selat ini dikhawatirkan memicu inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. EY memperkirakan Bank of England akan mempertahankan suku bunga acuan tahun ini sebelum mulai memangkasnya pada 2027 untuk menopang ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 20.27
AS Pede Selat Hormuz Dibuka Lagi, Klaim Kesepakatan dengan Iran Ditutup Besok
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 08.16
Bos Chevron Nyalakan Sinyal Bahaya Pasar Energi Global,AS Siapkan Pipa Rahasia?
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 08.16
Bos Chevron Nyalakan Sinyal Bahaya Pasar Energi Global,AS Siapkan Pipa Rahasia?
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 12.50
Iran Sindir Keras AS: Koar-koar Ancam Eskalasi tapi Tuntut Negosiasi
Berita terkait
Lagi, Perang AS-Iran Makan Korban: Inggris
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.00
Inggris Terancam Masuk Jurang Resesi
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 16.50
Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.30
Iran Setujui Rencana Aksi Strategis untuk Selat Hormuz, Larang Semua Kapal Musuh Melintas
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 16.27