Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Ini Dampak Screen Time Usia 1 dan 6 Tahun pada Kognitif Anak Menurut Penelitian

Penelitian longitudinal yang melibatkan 502 anak dari kohort GUSTO (Growing Up in Singapore Towards healthy Outcomes) menemukan bahwa paparan layar tinggi pada usia 1 tahun dan 6 tahun berkaitan dengan penurunan prestasi akademik dan melemahnya memori kerja. Studi ini, yang diterbitkan dalam World Journal of Pediatrics, dilakukan oleh peneliti dari Inserm dan National University of Singapore dengan memantau penggunaan layar pada enam titik usia berbeda dari 1 hingga 8 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa paparan layar yang lebih tinggi pada usia 1 tahun memiliki dampak terbesar, dengan prestasi akademik yang lebih rendah pada usia 9 tahun dan memori kerja yang lebih lemah pada usia 10,5 tahun. Masa bayi diidentifikasi sebagai periode sensitivitas tinggi di mana otak yang sedang berkembang rentan terhadap gangguan interaksi belajar akibat penggunaan layar, sementara paparan pada usia 2 dan 3 tahun tidak menunjukkan dampak signifikan. Namun, dampak negatif muncul kembali pada usia 6 tahun, bertepatan dengan transisi ke pendidikan formal di mana tuntutan belajar meningkat drastis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan menghindari penggunaan layar sebelum usia 18-24 bulan dan membatasinya kurang dari satu jam per hari untuk anak usia 2 hingga 5 tahun, meskipun realitas banyak anak yang melebihi panduan tersebut. Para peneliti menekankan prinsip 'lebih sedikit adalah lebih baik' dan menyarankan pengurangan paparan layar sejak masa bayi untuk meminimalkan risiko gangguan kognitif di masa depan.

Berita terkait