Inspektur Jenderal Pentagon Akhirnya Akui AS Kekurangan Amunisi akibat Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inspektur Jenderal Pentagon mengakui Amerika Serikat mengalami kekurangan amunisi dan hambatan rantai pasokan akibat perang melawan Iran periode 28 Februari hingga 30 Juni. Laporan mandat Kongres ini mengungkap biaya konflik mencapai USD33,4 miliar, dengan kerusakan aset militer termasuk hancurnya sedikitnya 30 drone besar AS. Selain itu, laporan mengonfirmasi bahwa Iran menargetkan pusat logistik Angkatan Laut AS di Bahrain menggunakan drone dan rudal balistik.
Pengakuan ini kontras dengan pernyataan Presiden Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth yang sebelumnya membantah adanya kelangkaan senjata. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pentagon kini berupaya menyederhanakan proses pengadaan, mempercepat produksi, dan menimbun komponen penting guna meningkatkan respons terhadap keadaan darurat. Laporan tersebut juga mencatat adanya penurunan moral pasukan AS di Timur Tengah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.48
China Diduga Bantu Iran Intai Pangkalan AS, Trump: Kita Juga Memata-matai Mereka
Detik.com · 14 September 2026 pukul 11.50
China Disebut Bantu Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Trump Santai
Berita terkait
Rudal Baru Iran Diklaim Punya 'Mata' untuk Buru Kapal Perang AS
Detik.com · 12 September 2026 pukul 17.45
Iran Sindir Militer AS sebagai 'Elang Kertas' Usai Serang Pesta Pernikahan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 22.45
Serangan Balasan Iran Percepat Rencana AS Menarik Diri dari Timur Tengah
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 19.35
AS Terpukul Iran, Diam-Diam Siapkan Tarik Pasukan dari Timteng
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 06.05