Investasi Nambah, Produksi PLTP Sarulla Diminta Naik Sesuai Kapasitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menargetkan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kembali mencapai kapasitas terpasang 330 MW pada 2027-2028. Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan seluruh proses administrasi akan dituntaskan hingga Oktober 2026, lalu fokus pada peningkatan kapasitas produksi. Saat ini produksi PLTP Sarulla hanya sekitar 220 MW dari kapasitas terpasang 330 MW akibat perubahan tekanan uap di lapangan panas bumi. Pemulihan kapasitas diperkirakan membutuhkan tambahan investasi sekitar US$270 juta. Setelah kapasitas eksisting optimal, investasi lanjutan direncanakan bertahap untuk memanfaatkan potensi panas bumi yang tersedia sekitar 1.100 MW. PLTP Sarulla dioperasikan konsorsium Sarulla Operations Ltd. (SOL), terdiri dari tiga unit masing-masing 110 MW: Silangkitang (SIL) beroperasi komersial sejak Maret 2017, Namora-I-Langit 1 (NIL-1) sejak Oktober 2017, dan Namora-I-Langit 2 (NIL-2) sejak Mei 2018. Pembangkit ini merupakan aset strategis panas bumi Indonesia yang diharapkan mendukung pengembangan energi bersih dan ketahanan energi nasional.
Bagikan
Berita terkait
26 Proyek Hilirisasi Strategis Sedang Digarap Pemerintah, Nilainya Rp225 Triliun
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 19.07
Hilirisasi Mineral Sepanjang Semester I 2026 Cetak Investasi Rp206,5 Triliun
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 17.04
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp 206 T di Semester I-2026
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.18
Bahlil: Hak Cipta Saya Ada di Kementerian Investasi
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 11.06