Investigasi KNKT soal KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KNKT menemukan kegagalan sistem persinyalan sebagai penyebab kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April. Perubahan layout persinyalan tahun 2021 menghilangkan sinyal indikasi 'berjalan hati-hati' (kuning), sehingga masinis hanya melihat sinyal hijau lalu tiba-tiba merah, yang tidak merepresentasikan kondisi okupasi jalur secara akurat.
Kecelakaan dipicu oleh KRL yang terhenti setelah menabrak taksi listrik mogok. Masinis KA Argo Bromo gagal berhenti tepat waktu karena tidak melakukan pengereman darurat, khawatir rangkaian anjlok di rel melengkung. KNKT mencatat masinis kurang pelatihan skenario pengereman darurat dan tidak ada prosedur baku dalam PD 16A PT KAI untuk situasi tersebut. Insiden ini mengakibatkan 16 penumpang perempuan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 23.28
KNKT Ungkap 6 Penyebab Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi Timur
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 21.09
Hasil Investigasi KNKT Ungkap 6 Faktor Penyebab KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.23
Breaking! KNKT Umumkan Hasil Temuan Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek
Berita terkait
KNKT: Masinis KA Bromo Anggrek Tunda Rem Darurat, Khawatir Rangkaian Terguling
kumparan · 28 September 2026 pukul 19.33
Investigasi KNKT soal KA Tabrak KRL di Bekasi: Satu Blok Sinyal Hilang
kumparan · 28 September 2026 pukul 19.29
Imbas Kecelakaan Kereta di Klaten, KA Malabar Terlambat 280 Menit
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 15.58
KNKT Rilis Investigasi Akhir Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 20.54