KNKT: Masinis KA Bromo Anggrek Tunda Rem Darurat, Khawatir Rangkaian Terguling
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek tidak langsung melakukan pengereman darurat saat sinyal menunjukkan merah menjelang Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Masinis menganggap pengereman darurat di rel lengkung berkecepatan tinggi berisiko menyebabkan rangkaian kereta anjlok atau terguling, sehingga lebih memilih melakukan full service brake terlebih dahulu. Hasil investigasi menemukan masinis belum pernah mendapatkan pelatihan terkait skenario pengereman darurat, serta tidak ada prosedur khusus di Peraturan Dinas 16A PT KAI untuk pengereman darurat di rel lengkung. Kecelakaan menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan kerusakan parah pada gerbong khusus wanita, menewaskan 16 penumpang perempuan dan melukai puluhan orang. Polisi menetapkan sopir taksi listrik sebagai tersangka karena memicu efek domino kecelakaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.23
Breaking! KNKT Umumkan Hasil Temuan Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.02
Ngerinya Kereta Jatuh ke Jurang gegara Terlalu Ngebut
Berita terkait
Investigasi KNKT soal KA Tabrak KRL di Bekasi: Satu Blok Sinyal Hilang
kumparan · 28 September 2026 pukul 19.29
Truk Mogok di Perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Banyak Penumpang Keluar KRL
Detik.com · 21 September 2026 pukul 21.16
Ketika Masalah Roda Berakhir Lebih dari 100 Orang Tewas
Detik.com · 13 September 2026 pukul 15.46
Berkas Kasus Taksi Listrik vs KRL di Bekasi Dilimpahkan ke Kejaksaan
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.15