Investigasi KNKT soal KA Tabrak KRL di Bekasi: Satu Blok Sinyal Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengidentifikasi penyebab kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 adalah hilangnya satu blok sinyal. Pada 2021, tata letak persinyal di Stasiun Bekasi berubah: tiga sinyal (J32, B105, B104) menjadi dua sinyal (J12, B104). Perubahan ini menghilangkan sinyal kuning 'berjalan hati-hati', sehingga setelah masinis melihat hijau di J12, tidak ada peringatan merah sebelum tiba di B104. Dokumen desain 2014 mencakup hubungan sinyal dengan status okupasi track, namun revisi 2022 tidak menampilkan hubungan tersebut, sehingga kondensi tidak terdeteksi selama testing. Kecelakaan menewaskan 16 penumpang wanita di gerbong khusus perempuan dan melukai puluhan lainnya. Sopir taksi listrik yang mogok dipidangkan sebagai tersangka, sementara dugaan kelalaian masinis Argo Bromo Anggrek juga ditelusuri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.23
Breaking! KNKT Umumkan Hasil Temuan Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.02
Ngerinya Kereta Jatuh ke Jurang gegara Terlalu Ngebut
Berita terkait
Truk Mogok di Perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Banyak Penumpang Keluar KRL
Detik.com · 21 September 2026 pukul 21.16
Ketika Masalah Roda Berakhir Lebih dari 100 Orang Tewas
Detik.com · 13 September 2026 pukul 15.46
Berkas Kasus Taksi Listrik vs KRL di Bekasi Dilimpahkan ke Kejaksaan
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.15
Berkas Kasus Taksi Tertemper KRL di Bekasi Dilimpahkan ke Jaksa
Detik.com · 10 September 2026 pukul 09.48