Investor Fokus kepada The Fed, Rupiah Kembali Melemah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, ditutup pada level Rp 17.884 per USD atau turun 0,21 persen. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga mengalami penurunan menjadi Rp 17.883 per USD. Pelemahan ini dipicu oleh antisipasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed), terutama pada bulan Oktober.
Kondisi kebijakan moneter yang lebih ketat memperkuat posisi dolar AS dan menjaga imbal hasil obligasi Treasury AS tetap tinggi. Saat ini, investor sedang memantau rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) S&P Global, survei Sentimen Konsumen University of Michigan, serta pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan arah kebijakan ekonomi mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 17.23
Rupiah Hari Ini Lesu ke 17.884 Tersengat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.21
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.884 per Dolar AS Selasa Sore
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 09.45
Rupiah Loyo ke Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 16.17
Rupiah melemah dipengaruhi antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan Fed
Berita terkait
Diperberat Sentimen Suku Bunga The Fed, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp 17.884 per Dolar AS
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.33
Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.743, Sikap Hawkish The Fed Membayangi
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 11.24
The Fed Naikkan Suku Bunga, Dolar Dibuka Naik ke Rp17.705
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.05
Rupiah melemah dipengaruhi potensi kuat kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 10.43