Rupiah melemah dipengaruhi antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen atau 37 poin, ditutup di Rp17.884 per dolar AS pada Selasa. Analis Forexindo, Ibrahim Assuabi, menyatakan pelemahan ini dipengaruhi oleh antisipasi pasar akan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve, dengan proyeksi setidaknya satu kenaikan lagi pada tahun ini. Proyeksi kebijakan moneter AS yang lebih ketat mendukung dolar AS dan menjaga imbal hasil obligasi Treasury tetap tinggi, sehingga menarik aliran likuiditas ke aset berdenominasi dolar.
Pasar juga menantikan rilis data PMI S&P Global dan survei Sentimen Konsumen University of Michigan untuk September, serta pernyataan para pejabat Fed untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan mendatang. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga melemah ke Rp17.883 dari Rp17.813 per dolar AS.
Pelemahan rupiah ini mencerminkan tekanan eksternal akibat ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat, sementara data ekonomi lokal belum cukup kuat untuk menyeimbangkan tekanan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 10.10
Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, Rupiah Melemah ke Rp17.860 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 09.08
Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.43
Investor Fokus kepada The Fed, Rupiah Kembali Melemah
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.33
Diperberat Sentimen Suku Bunga The Fed, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp 17.884 per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah Berpotensi Tertekan hingga Rp18.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.00
Rupiah Melemah ke 17.739 per Dolar AS, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 11.40
Rupiah Ditutup Melemah 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.850
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.06
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 09.08