Iran akan tetapkan zona maritim terbatas baru di luar Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang, di mana setiap kapal yang memasuki kawasan tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi, kata Sekretaris Dewan Keamantan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei. Zona tersebut akan dimulai dari garis blokade Angkatan Laut AS dan membentang ke sejumlah wilayah di Teluk. Rezaei juga mengklaim bahwa Iran dan Oman akan menandatangani kesepakatan dalam beberapa hari mendatang mengenai koridor baru melalui Selat Hormuz, dengan titik masuk dan keluarnya di bawah kendali Iran. Ia menegaskan Selat Hormuz "sepenuhnya ditutup dan berada di bawah kendali angkatan bersenjata", menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa jalur strategis tersebut masih terbuka sebagai "kebohongan besar". Sebelum penutupan, lebih dari 100 kapal dengan lebih dari 100 juta ton kargo melintasi Selat Hormuz setiap hari, namun kini hanya tujuh atau delapan kapal yang membawa kebutuhan pokok untuk Iran. Rezaei juga mengklaim Iran berhasil menguji rudal antikapal baru di atas kapal Angkatan Laut AS, dan membantah klaim bahwa blokade ekonomi AS menyebabkan kelaparan di Iran, menyatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan persediaan makanan yang cukup. Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan AS dan Israel pada Februari 2026, dan meskipun Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni untuk mengakhiri konflik, kedua belah pihak saling menuduh tidak memenuhi komitmen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 11.35
Iran Klaim Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS, CENTCOM: Kebohongan Total!
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.34
Perang Makin Sengit, Iran Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS
VOI · 7 September 2026 pukul 06.00
Kesepakatan Koridor Baru di Selat Hormuz Diperkirakan akan Segera Ditandatangani
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 17.35
Pakar Militer Iran Prediksi AS Akan Hadapi Mimpi Terburuk
Berita terkait
AS Kembali Serang Iran, Trump Klaim Hampir Sepenuhnya Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 09.03
Iran Masih Bisa Raup Rp133 Triliun dari Penjualan Minyak meski Diblokade AS
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 12.37
Iran Transfer 7,5 Miliar Dolar AS Pendapatan Minyak ke Bank Sentral
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 20.03
Iran dan Oman Sepakati Rute Baru Selat Hormuz
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 08.30