Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran dan Oman Sepakati Rute Baru Selat Hormuz

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintahannya telah menyepakati rute pelayaran baru di Selat Hormuz bersama Oman. Pembukaan jalur vital ini bersyarat pada Amerika Serikat (AS) yang memenuhi seluruh komitmennya dalam Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada Juni 2026. Pezeshkian menegaskan bahwa jika AS memenuhi syarat seperti pencabutan sanksi, pembebasan aset, dan penghentian konflik di Lebanon, maka Iran akan membuka kembali Selat Hormuz. Dewan Keamangan Nasional Iran mencatat 12 dari 13 anggota mendukung kesepakatan ini secara solid.

Sebelumnya, kesepakatan sempat mengalami kebuntuan akibat ketidakpatuhan AS, namun sanksi di sektor perbankan dan petrokimia sempat dicabut. Selama periode awal, Iran berhasil mengekspor hampir 90 juta barel minyak. Negosiasi pencairan dana Iran yang dibekukan telah dimulai, termasuk persiapan skema investasi senilai 300 miliar dolar AS bersama Qatar dan UAE, meski proyek ini tidak akan berjalan selama konflik militer berlanjut.

Dampak konflik dan sanksi terhadap ekonomi Iran cukup signifikan, dengan penurunan ekspor dan impor sebesar 25-35 persen. Pezeshkian juga membantah rumor kenaikan harga bensin hingga 50.000 toman per liter, menyatakan satu-satunya skema yang diusulkan adalah tarif kuota ketiga sebesar 10.000 toman untuk konsumsi berlebih. Pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan taktis seperti work from home dan elektrifikasi transportasi untuk mengatasi krisis energi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait