Iran Bantah Klaim Trump: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Kami!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat menguasai penuh Selat Hormuz. Pada 13 Agustus 2026, juru bicara komando militer pusat Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyebut pernyataan Trump sehari sebelumnya di Truth Social sebagai kebohongan dan rekayasa. Trump mengklaim AS memiliki kendali penuh atas selat tersebut serta menyebut blokade angkatan lautnya sebagai 'DINDING BAJA' yang tak bisa dilawan Iran. Sebaliknya, militer Iran menegaskan melalui televisi pemerintah bahwa selat itu berada di bawah kendali penuh Republik Islam Iran, dan tidak ada kapal komersial atau tanker yang bisa lewat dengan aman tanpa izin mereka.
Saat ini, Selat Hormuz masih ditutup karena belum ada kesepakatan mengakhiri perang AS-Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di platform X menilai AS melakukan kesalahan perhitungan intelijen terkait jalur air tersebut. Iran dan Oman telah membicarakan rute baru di selat itu, namun negosiasi belum rampung. Teheran menegaskan rute baru tidak akan membuka pelayaran kecuali AS memenuhi tuntutan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.53
Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 11.14
Iran Respons Keras Trump yang Akan Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 04.19
Trump Sebut Akan Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Kalahkan Iran
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
Berita terkait
Iran dan Oman Sepakati Peta Pergerakan Navigasi di Selat Hormuz, Perang Segera Berakhir?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 15.18
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Trump Disebut 'Bercanda' Soal Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Benarkah?
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.58
AS Perkuat Blokade Iran, Harga Minyak Jadi Target Perang
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.16