Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Trump Marah dan Beri Ultimatum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah klaim negosiasi dengan Iran dan mengancam blokade militer akan berlanjut hingga Iran mencapai 'kesepakatan atau penyerahan total'. Dalam unggahan di media sosial Truth, Trump menyatakan marah bahwa Iran hanya berinteraksi dengan Oman, bukan AS, dan menuduh Iran melakukan 'omong kosong' terkait Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa selat tersebut dikendalikan penuh oleh Angkatan Laut AS dan menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Pemerintah Iran menegaskan tidak sedang bernegosiasi dengan AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa negosiasi sedang dilakukan dengan Oman untuk mengamankan jalur sementara di Selat Hormuz. Baghaei menambahkan bahwa kesepakatan dengan Oman saja tidak cukup untuk membuka kembali selat selama agresi AS berlanjut.
Trump menekankan bahwa blokade AS akan tetap sampai solusi ditemukan atas masalah yang ditimbulkan Iran selama beberapa dekade. Ia menyatakan bahwa tidak ada yang bisa melewati Iran kecuali dengan izin AS, dan mengulang janji bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 12.42
Situasi Memanas, Iran Ancam Targetkan Kapal Perang AS di Selat Hormuz
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.05
Sebelum Ambil Tindakan Militer Lebih Keras, Trump Beri Iran Peluang Capai Kesepakatan
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 08.05
Trump Beri Ultimatum Baru ke Iran: Pilih Kesepakatan atau 'Dipenggal'!
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 07.29
Media Iran Olok-olok Trump setelah Batal Serang Teheran Besar-besaran
Berita terkait
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
6 Syarat Ini Diminta Iran dari Trump untuk Buka Selat Hormuz
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.14
Iran Tuntut AS Penuhi 5 Syarat Agar Selat Hormuz Dibuka Lagi
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 22.14
Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz sampai AS Bayar Kompensasi Perang
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.08