Trump Beri Ultimatum Baru ke Iran: Pilih Kesepakatan atau 'Dipenggal'!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump pada Senin (03/08/2026) menyatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung, menyebutnya sebagai 'kesempatan terakhir sebelum pemenggalan'. Trump mengklaim pembicaraan dilanjutkan atas permintaan Arab Saudi, UEA, Qatar, dan negara lain, serta difokuskan pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran. Iran membantah bernegosiasi dengan AS; Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan negosiasi dilakukan dengan Oman untuk mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz. AS dan Iran berstatus perang sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan mendadak. Iran masih mempertahankan kemampuan rudal dan drone, serta menguasai stok uranium diperkaya. Selat Hormuz menjadi kebuntuan utama; Iran memberlakukan blokade dan memungut biaya, sementara AS menolak. Trump menyebut Iran 'bermuka dua' karena membantah bernegosiasi. Iran menegaskan program nuklirnya untuk tujuan sipil, sementara negara Barat menuduhnya mengembangkan bom nuklir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.32
Trump Yakin Bisa Segera Berdamai dengan Iran
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 23.45
Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Trump Marah dan Beri Ultimatum
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 20.30
Trump Beri 2 Pilihan ke Iran, Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Besar-besaran
Berita terkait
Trump Ingin Nego Lagi tapi Iran Tak Sudi
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.33
Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Trump Pilih Lanjut Negosiasi
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.36
Tolak Tawaran Trump, Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Selat Hormuz
kumparan · 27 September 2026 pukul 19.00
Harga Minyak Hari Ini Merosot 1% Setelah Trump Negosiasi dengan Iran
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 08.00