Media Iran Olok-olok Trump setelah Batal Serang Teheran Besar-besaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Media Iran mengejek Presiden AS Donald Trump setelah ia membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran. Fars News Agency menyebut Trump 'bodoh' dan membandingkannya dengan 'seekor tikus', sementara Mehr News Agency menulis bahwa Trump mundur dari ancaman kosongnya. Media Iran menilai ancaman militer AS lebih dimaksudkan untuk memengaruhi negosiasi ketimbang representasi rencana operasional nyata.
Trump mengumumkan pembatalan serangan demi mengupayakan kesepakatan dan menyatakan negosiasi dengan Iran akan dimulai Senin (3/8/2026). Ia mengklaim Iran tidak ingin diserang karena telah melihat persiapan serangan yang akan terjadi. Pembatalan ini memicu reaksi tajam dari berbagai media Iran yang menganggap keputusan Trump sebagai bentuk kelemahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 23.45
Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Trump Marah dan Beri Ultimatum
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.16
Trump Ultimatum Iran: Damai atau 'Penyerahan Total'
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.05
Sebelum Ambil Tindakan Militer Lebih Keras, Trump Beri Iran Peluang Capai Kesepakatan
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!
Berita terkait
Trump Ungkap Tawaran dari Iran: Mereka Ingin Buat Kesepakatan
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 15.57
Serangan Balasan Iran Tunjukkan Kesiapan Hadapi Eskalasi Perang
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 21.01
Iran Sebut AS Salah Besar Karena Gunakan Negosiasi untuk Mendikte
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.48
Trump Serukan Menyerah, Iran Klaim Menang Perang dan Diplomasi!
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.29