Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Tekad Iran Balas Dendam atas Serangan AS ke Pesta Pernikahan

Iran menuding Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara ke sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, sebuah kota pesisir di sepanjang Selat Hormuz, yang menyebabkan tewhinya empat orang, termasuk seorang anak, dan melukai 68 orang lainnya. Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa darah para martir tidak akan dibiarkan dan pasti akan dibalas. Serangan ini terjadi setelah AS mengumumkan serangan terhadap target-target milik IRGC. Pihak berwenang Iran menyebut serangan tersebut sebagai 'kejahatan perang'. Washington belum memberikan respons langsung terhadap tudingan ini. Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan skeptisisme terhadap laporan tersebut dan menegaskan bahwa AS tidak pernah menargetkan warga sipil, meskipun mengakui bahwa korban sipil bisa saja terjadi selama operasi militer. Konflik ini berlanjut sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Gencatan senjata pada April mengakhiri fase awal, tetapi baku tembak masih berlanjut, terutama di Selat Hormuz. Pada 30 Agustus 2026, AS menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak, yang diikuti dengan serangan Iran terhadap posisi militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait