Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran Klaim Serang Pangkalan Udara Al Minhad di UEA dengan Puluhan Drone

Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan udara besar terhadap Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin, 31 Agustus 2026. Serangan ini dilaporkan melibatkan puluhan drone serang yang menyasar area di mana personel militer dan alutsista Amerika Serikat (AS) ditempatkan, khususnya helikopter. Iran menyatakan serangan tersebut sebagai respons atas operasi militer AS sebelumnya di Pulau Larak, yang menurut klaim Teheran menewaskan sejumlah anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dan warga sipil. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai kebenaran dan dampak serangan tersebut di lapangan. Pemerintah UEA dan militer AS belum merilis pernyataan resmi terkait klaim ini.

Eskalasi ketegangan ini menandai babak baru dalam konflik antara Iran dan AS di kawasan Teluk. Pangkalan-pangkalan militer yang digunakan oleh AS di negara-negara mitra kawasan kini menjadi titik sengatan dalam konfrontasi terbuka. Sebelumnya, Iran juga dilaporkan menyerang posisi militer AS di Yordania dan menyasar Selat Hormuz dengan rudal. Di sisi lain, AS mengumumkan penghentian bantuan militer sebesar 61 juta dolar AS untuk Kurdistan Irak per 30 September 2026, serta penutupan Pangkalan Militer Irbil bulan depan. Washington juga peringatkan Israel agar tidak menyerang Iran dan memilih untuk memperketat sanksi ekonomi ke Teheran.

Konteks global juga terlibat dalam dinamika ini. Donald Trump sempat mengklaim bahwa AS berhak atas 55% produksi minyak dan 65 miliar barel minyak Venezuela selama 100 tahun untuk mengatasi krisis energi dan menekan harga BBM. Namun, klaim-klai ini tidak secara langsung terkait dengan eskalasi terbaru di Teluk. Situasi di kawasan tetap tegang dan rentan, dengan potensi bagi ketegangan semakin membesar jika tidak ada langkah de-eskalasi yang diambil pihak-pihak yang terlibat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait