Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran-Oman Sepakati Rute Selat Hormuz, Apa Dampaknya?

Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran di Selat Hormuz, dengan koordinat geografis rute yang disepakati dan dokumen bersama yang sedang dalam tahap akhir penyusunan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa kesepakatan ini akan diterbitkan bila tidak ada pihak ketiga yang menghalangi. Namun, Iran menegaskan bahwa keamanan di Selat Hormuz masih bergantung pada berakhirnya blokade laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Iran juga mengendalikan lalu lintas kapal secara de facto sejak konflik dengan AS dan Israel pada 28 Februari, dan mengancam kapal yang menggunakan rute yang dianggap tidak sah.

Beberapa insiden keamanan terjadi di sekitar Selat Hormuz, termasuk dua ledakan yang didengar nakhoda kapal tanker minyak di sekitar sembilan mil laut dari Kumzar, Oman. Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker milik Arab Saudi di Laut Merah dan Teluk Aden. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengakui bahwa proses perundingan dengan Iran tidak akan cepat karena perbedaan dalam kepemimpinan Iran.

Presiden AS Donald Trump beberapa kali menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun Iran membantah adanya negosiasi tersebut. Pakistan menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan ini dan berharap dapat membuka jalan bagi dialog antara AS dan Iran. Iran juga menginginkan kendali atas selat tersebut dan penerapan pungutan bagi kapal yang melintas, langkah yang diharapkan akan mendapat penolakan dari AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait