Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran Ungkap Nasib Blokade Selat Hormuz, Bongkar 'Kebohongan' AS Ini

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah klaim Amerika Serikat bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka Selat Hormuz sudah dekat. Araghchi menegaskan Teheran tidak terlibat pembicaraan langsung dengan AS, meski pertukaran pesan tetap berlangsung melalui perantara, terutama Oman. Ia juga menekankan bahwa pembicaraan dengan Oman tidak otomatis membuka kembali selat tersebut, karena masih ada syarat lain yang harus dipenuhi AS.

Sebelumnya, AS dan Iran sempat menghentikan pertempuran singkat setelah nota kesepahaman pada 17 Juni, namun dilanjutkan dengan serangan udara dan rudal di kawasan selat. Presiden AS Donald Trump mengaku negosiasi baru berjalan setengah dan menyebut Iran sedang dilanda inflasi serta kekurangan uang. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan memperkirakan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz bisa tercapai paling cepat Rabu.

Iran mengajukan sejumlah tuntutan besar untuk membuka jalur perairan strategis itu, antara lain pencabutan blokade laut dan sanksi, penarikan pasukan militer AS dari kawasan, pembayaran pampasan perang, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan. Draf rencana pemerintah Iran juga disebut akan melarang kapal AS dan Israel melintas sampai kompensasi dibayarkan. Akibat ketidakpastian ini, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz anjlok 33 persen pada Jumat, dan harga minyak Brent naik lebih dari 1 persen ke US$ 83,55 per barel, sementara WTI menguat ke US$ 78,18.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait