Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales Satu Suara, Britania Raya Terancam Pecah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para pemimpin Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales menandatangani deklarasi bersama yang mendesak pemerintah Britania Raya untuk bersiap menghadapi perubahan konstitusional. Menteri Pertama ketiganya, termasuk John Swinney (Skotlandia), Michelle O’Neill (Irlandia Utara), dan Rhun ap Iorwerth (Wales), menyatakan bahwa lanskap politik sedang berubah dan setiap bangsa berhak menentukan masa depan sendiri secara demokratis. Deklarasi ini menegaskan komitmen para pemimpin untuk meraih kemerdekaan dari Britania Raya dan memperkuat hubungan dengan Uni Eropa. Mereka menilai Brexit telah merusak perekonomian dan membatasi peluang, sehingga mendesak kolaborasi dalam perdagangan, investasi, budaya, dan kerja sama. Para pemimpin menegaskan bahwa tidak ada pemerintah Westminster yang berhak menghalangi demokrasi atau menentukan nasib ketiganya. Mereka menambahkan bahwa tidak ada tanda yang lebih jelas bahwa masa kekuasaan Westminster akan segera berakhir, baik bagi masyarakat lokal maupun pengamat internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.23
Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara Sepakat Ingin Merdeka dari Inggris Raya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 17.40
UK Terancam Bubar, 3 Negara Siap Deklarasi Merdeka dari Inggris
Detik.com · 14 September 2026 pukul 09.27
Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara Bakal Rapat Bahas 'Keluar' dari UK
Berita terkait
Trump Ingin Irlandia Bersatu, Demonstran Berpakaian dan Berkaca Mata Hitam Bakar Bendera AS
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 21.30
Napoli Ungkap Operasi Jantung Scott McTominay Berjalan Sukses
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.18
Kebakaran Hebat Meluas di Inggris dan Wales, Pemerintah Rilis Peringatan Siaga Nasional
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.51
Rekam Warga Diam-Diam Pakai Kacamata Pintar, Pelaku Ditangkap Polisi
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 11.45