Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Israel Akhirnya Akui Tembaki Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab, Bocah 5 Tahun di Gaza

Militer Israel akhirnya mengakui menembaki mobil yang ditumpangi Hind Rajab, bocah perempuan Palestina berusia lima tahun, dalam insiden di Jalur Gaza pada Januari 2024. Insiden ini menewaskan Hind, enam anggota keluarganya, dan dua petugas medis Bulan Sabit Merah yang sedang menyelamatkan. Mobil tersebut ditemukan penuh lubang peluru di Kota Gaza setelah panggilan darurat terakhirnya ke Bulan Sabit Merah pada 29 Januari 2024. Rekaman suara yang memicu kecaman global memperlihatkan Hind memohon bantuan selama berjam-jam sebelum akhirnya tewas ketika ambulans yang datang juga ditembaki. Meski sebelumnya membantah, militer Israel kini membuka penyelidikan kriminal resmi terhadap peristiwa tersebut setelah hasil peninjauan terbaru mengonfirmasi tembakan dari pasukannya. Namun, langkah ini diragukan oleh Hind Rajab Foundation di Brussel yang menuntut transparansi lebih lanjut dan penyelidikan independen.

Selain kasus Hind Rajab, militer Israel juga mengumumkan penyelidikan kriminal atas kematian 15 petugas medis dan pekerja kemanusiaan di Gaza selatan pada Maret 2025. Para korban ditemukan di kuburan massal dekat Rafah dalam kondisi jenazah tertutup jaring logam. Namun, langkah hukum ini masih dipertanyakan karena militer Israel sebelumnya menolak menyelidiki tiga insiden lain yang menewaskan staf organisasi kemanusiaan seperti World Central Kitchen dan Doctors Without Borders. Pendiri WCK, Jose Andres, mengecam keras keputusan tersebut dan menuntut pembentukan komisi independen untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Di sisi lain, ketegangan di wilayah sekitar terus berlanjut. Militer Israel meledamkan terowongan Hizbullah di Libanon selatan dan menyelidiki prajurit yang melecehkan patung Bunda Maria di Desa Debel. Sembilan warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 telah pulang ke Jakarta setelah dicegat militer Israel di Mediterania. Pemerintah Israel juga menegaskan tidak akan menarik pasukannya atau memulai rekonstruksi Gaza sebelum Hamas melucofi seluruh senjatanya, sementara utusan AS Jared Kushner berharap rencana perdamaian dapat terlihat dalam 30 hari jika syarat tersebut dipenuhi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait