Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pilu Ribuan Orang Masih Hilang di Gaza Usai Gencatan Senjata

Sepuluh bulan setelah gencatan senjata diumumkan, ribuan warga Palestina di Gaza masih dilaporkan hilang. Salah satu contohnya adalah Ahmed al Madhoun, pemuda 21 tahun penyandang sindrom Down yang hilang sejak Mei 2025 setelah pergi ke toko dekat rumahnya di Kota Gaza. Ibunya Majdiya masih berharap mendapat kepastian, baik ia ditemukan hidup atau meninggal.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 73.000 orang tewas sejak operasi militer Israel, termasuk sekitar 1.200 setelah gencatan senjata Oktober lalu. Angka ini dinilai andal oleh PBB dan bahkan diakui akurat oleh sumber keamanan Israel. Namun jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena tidak termasuk jasad yang masih tertimbun reruntuhan. Komite Internasional Palang Merah menerima lebih dari 5.000 permintaan pencarian orang hilang, sementara Badan Pertahanan Sipil Gaza memperkirakan lebih dari 8.000 orang hilang. Penemuan jasad masih terjadi hampir setiap hari, dengan pemakaman massal baru-baru ini untuk lebih dari 100 korban serangan 2023. Proses evakuasi dan identifikasi sangat sulit karena kerusakan luas, kurangnya alat berat, dan keterbatasan uji DNA akibat pembatasan Israel.

Selain kemungkinan terkubur, banyak keluarga khawatir anggota mereka ditahan oleh Israel. Selama perang, sekitar 7.000 warga Palestina dari Gaza ditahan, lebih dari 5.000 dibebaskan tanpa dakwaan. Hingga kini sekitar 1.300 masih ditahan tanpa dakwaan atau persidangan. Keluarga sering tidak menerima pemberitahuan. Contohnya Mahmoud al Drimli yang hilang sejak 2024; ibunya Aida yakin foto seorang tahanan Israel adalah putranya. Israel tidak memberikan akses Palang Merah terhadap catatan tahanan, sehingga ketidakpastian menjadi beban berat bagi keluarga.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait