Israel Siap Ganggu Negosiasi AS-Iran, Netanyahu Janjikan Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer sepihak terhadap Iran di tengah negosiasi AS-Iran yang memasuki tahap lanjut. Pernyataan ini disampaikan pada 5 Agustus 2026, merujuk pada klaim komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran tentang niat melanjutkan pengembangan senjata nuklir. Netanyahu menegaskan Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, meskipun menyebut AS sebagai sekutu terbesar, Israel siap bertindak demi keamanannya sendiri.
Negosiasi antara AS dan Iran dimediasi oleh Qatar dan Pakistan, dengan nota kesepahaman ditandatangani pada 18 Juni. Namun, pembicaraan terhambat oleh perbedaan pandangan mengenai keamanan maritim di Selat Hormuz. Ketegangan meningkat pada Juli 2026, ketika AS menyerang Iran dan Iran membalas dengan menargetkan aset militer AS di negara-negara Arab seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Konflik dimulai pada 28 Februari dengan perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, menyebabkan lebih dari 3.000 kematian menurut otoritas Iran. Proses diplomatik masih berlanjut meskipun ada kebuntuan dan serangan balasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.46
Presiden Iran Tegaskan Tak Ingin Perang Meluas
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 12.42
Situasi Memanas, Iran Ancam Targetkan Kapal Perang AS di Selat Hormuz
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 17.27
Gagal Gulingkan Rezim Iran, Kepala Mossad Copot Para Pejabat Senior
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.57
Iran Kecam Keras Modernisasi Persenjataan Nuklir AS
Berita terkait
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.48
Donald Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Iran! Selat Hormuz Makin Memanas, Teheran Masih Gigit Jari?
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.24
Iran janjikan serangan lebih dahsyat jika AS kembali gempur Teheran
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 21.17
Araghchi: AS dan Israel Tak Dapat Tutupi Tindakan Kriminal Mereka pada Rakyat Iran
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 06.51