Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Jangan Kejar Skor PISA, Benahi Manajemen Sekolah

Hasil PISA 2025 menunjukkan skor Indonesia pada matematika 364, membaca 365, sains 389, dan computational problem solving 427. Dibandingkan PISA 2022, matematika turun dari 366 ke 364, sementara membaca naik dari 358 ke 365. Capaian 2025 masih di bawah tingkat 2015. Di balik angka, artikel menekankan bahwa PISA bukan target tetapi cermin kemampuan siswa dalam memahami informasi, bernalar, dan memecahkan masalah. Fokus utama bukan pada meningkatkan skor, melainkan pada perbaikan sistem pendidikan secara keseluruhan.

Artikel menyatakan bahwa rendahnya kemampuan siswa bukan hanya karena kemampuan siswa itu sendiri, tetapi juga karena sistem sekolah yang belum optimal. Manajemen sekolah perlu beralih dari fokus administratif ke fokus pembelajaran. Kepala sekolah harus bertindak sebagai pemimpin pembelajaran, melakukan supervisi profesional, dan menggunakan data hasil belajar untuk diagnosis dan perbaikan. Guru perlu diberi ruang untuk berkolaborasi, belajar bersama, dan memperbaiki praktik mengajar melalui knowledge sharing.

Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi solusi yang disarankan. Pembelajaran harus melibatkan proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksikan pengetahuan, bukan sekadar menghafal. Siswa perlu diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba, dan memperbaiki kesalahan. Asesmen harus digunakan untuk memahami proses belajar dan menentukan langkah perbaikan berikutnya melalui siklus data → diagnosis → intervensi → pembelajaran → refleksi → perbaikan. Dengan sistem sekolah yang baik dan pembelajaran bermakna, kompetensi siswa akan tumbuh secara alami, dan skor PISA tidak perlu lagi dikejar secara langsung.

Berita terkait