Jejak Hitam 'Bos Gendut': Dari Jukir sampai Jadi Bandar Narkoba Kampung Bahari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muhammad Ridwan alias Bos Gendut, bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, ditangkap BNN pada 12 Agustus setelah buron hampir satu tahun. Ia memulai karier kriminalnya pada 2020 saat pandemi COVID-19 sebagai juru parkir dan kurir kecil di bawah kendali Lopes, sebelum akhirnya menjadi pengatur distribusi narkotika di wilayah tersebut.
Bos Gendut diduga memiliki 98 kilogram sabu yang disita BNN dari sebuah indekos di Kampung Bahari pada November 2025, yang diperoleh dari pemasok bernama Walid. Meski sempat dua kali diamankan polisi pada 2021 dan 2023, ia terlepas karena tidak ditemukan barang bukti. Penangkapan terakhir dilakukan di sebuah klinik kecantikan saat ia hendak menjalani operasi sedot lemak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.58
Bawa 1,6 Ton Sabu Cair, Kapal Berbendera Tanzania Ditangkap di Perairan Bengkalis
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.06
Kapal Bendera Tanzania Ditangkap di Bengkalis, Bawa Sabu Cair 1,6 Ton
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 02.49
Seorang Perempuan di Semarang Ditangkap saat Bawa Sabu-Sabu untuk Tahanan
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 22.00
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu-Sabu Cair dari Kapal Berbendera Tanzania
Berita terkait
Operasi di Kampung Bahari: 'Bos Gendut' Ditangkap, Bandar Lain Dibidik
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.09
Tak Hanya Narkoba, Jaringan Pengedar di Kampung Bahari Punya Senjata Api Ilegal untuk Lawan Petugas
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 22.30
Skenario Perlawanan 'Bos Gendut' Siapkan Senjata hingga Tameng Anak-anak
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.47
BNN: Bandar Besar Kampung Bahari Siapkan Senpi untuk Lawan Aparat
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.40