Forum Ulama Tolak 'Serangan Fajar' dalam Muktamar ke-35 NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menolak sistem 'Serangan Fajar' (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU yang akan digelar 27-31 Agustus 2026 di Jombang. Ketua FUN KH Mujib Qulyubi menyatakan sistem AHWA justru memicu politik uang dan penyimpangan prosedural, seperti 'tembak di tempat' dan paket lengkap dari institusi luar. Pedoman PBNU yang mengatur lima poin usulan calon AHWA tidak diikuti dalam praktik.
Ketua Tanfidziyah PWNU DKI KH Samsul Ma'arif menilai ishlah antara Rais Aam Kiai Miftahul Ahyar dan Ketum PBNU Gus Yahya hanya formalistik. KH Adnan Anwar memperingatkan bahaya pengaruh asing, khususnya terkait geopolitik Iran yang menargetkan Indonesia. Pesantren dan umat Islam dianggap terancam oleh upaya pengaruh asing.
KH Mukti Ali Qusyairi mendukung kembali ke khittah NU dengan menekankan pada kriteria keahlian dan kedisiplinan. KH Abdul Manan Ghoni menegaskan pentingnya melawan praktik suap terkait AHWA. Survei PPI menunjukkan 76,1% warga NU ingin organisasi menjauhi politik praktis dan komersialisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 09.54
Jelang Muktamar Ke-35 NU, Forum Ulama Nahdliyin Serukan Tolak 'Serangan Fajar'
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.53
Jelang Muktamar NU, Ma’ruf Amin Minta Jangan Ada Transaksi dalam Pemilihan AHWA
Berita terkait
Kiai Sepuh Tebuireng: Politik Uang Jelang Muktamar ke-35 NU Fakta, Bukan Lagi Isu
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 22.16
Adi Prayitno Nilai Isu Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Sangat Ironis
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 21.01
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Ketua PWNU DKI Jakarta Ajak Cegah Politik Transaksional
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.50
Muktamar ke-35 NU, PWNU-PCNU Keluhkan Permintaan Nama AHWA dan Belum Adanya Undangan
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 13.44