Saat Masyarakat Mulai Makan Tabungan untuk Bertahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308641/original/099343100_1785153624-Generated_image_2__1_.jpg)
Masyarakat di Indonesia semakin memaksa menggunakan uang tabungan untuk bertahan akibat lonjakan harga komoditas dan kebutuhan pokok yang meningkat. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan (PHK) dan penghasilan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti makan, transportasi, listrik, bahkan biaya pendidikan. Tiga responden—Mario (Bekasi), Sula (Yoga coach), dan Yulia (Usaha pakaian)—yang terkena PHK pada Juni 2025, mengalami penurunan tabungan karena tidak bisa menabung lagi. Mereka mengandalkan kartu kredit sebagai alternatif, namun tetap khawatir tabungan habis dan tidak ada dana darurat. Banyak yang menolak pinjaman atau paylater demi menjaga keuangan jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 07.54
Jelang Sanksi Terberat AS, Rial Iran Anjlok ke Rekor Terlemah 1,98 Juta per USD
Berita terkait
Jutaan Warga Argentina Tercekik Utang, Bunga Pinjaman hingga 1.000%
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.30
The Fed Tahan Suku Bunga, Simak Dampaknya ke Kartu Kredit hingga Tabungan
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 10.00
Ekonomi Iran Tak Runtuh meski Diinvasi AS, Ini 4 Rahasianya
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 04.40
Ekonomi Melemah, 318 Pekerja di Sleman Kena PHK Sepanjang Semester I
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 08.06