Jepang Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,1
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencabut peringatan tsunami kurang dari dua jam setelah gempa Magnitudo 7,1 melanda wilayah barat daya Jepang pada Selasa (28/7). Peringatan dicabut karena gempa terjadi di daratan dan tidak ada aktivitas tsunami yang teramati. Sebelumnya, JMA memperkirakan gelombang tsunami setinggi hingga satu meter.
Perdana Menteri Sanae Takaichi melaporkan adanya korban luka, bangunan runtuh, kebakaran, serta kerusakan jalan dan jembatan. Otoritas Regulasi Nuklir menyatakan tidak ada anomali di pembangkit listrik tenaga nuklir. Tiga reaktor di wilayah tersebut tetap beroperasi normal.
Gempa ini terjadi setelah gempa M 7,2 pada 25 Juni lalu yang tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan parah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 10.38
Kemlu Pastikan Belum ada WNI Jadi Korban Gempa Besar di Jepang
ANTARA News · 28 Juli 2026 pukul 19.41
BMKG: Tidak ada potensi tsunami di RI akibat gempa Kumamoto
ANTARA News · 28 Juli 2026 pukul 17.11
Gempa magnitudo 7,1 guncang Jepang barat daya, picu peringatan tsunami
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 15.53
Gempa Tektonik Dangkal M6,8 Hantam Jepang, BMKG Jelaskan Efeknya ke RI
Berita terkait
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Beberapa Orang Luka dan Gedung Ambruk
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 16.35
Tsunami Dahsyat 40 Meter Dikira Cuma 3 Meter, 18.500 Tewas Seketika
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.10
1 Orang Tewas dan 50 Terluka Akibat Gempa M 7,1 Guncang Jepang
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 21.16
Gempa NTT Dipicu Sesar Flores, Bahaya dan Punya Rekam Jejak Merusak
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 15.10