Jerit Warga Manggarai Timur 5 Hari Belum Dapat Bantuan: Kami Sudah Tak Berdaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326260/original/094714400_1786971308-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_18.23.42.jpeg)
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu (15/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 2.768 gempa susulan hingga Rabu (19/8/2026) pukul 06.00 WITA, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Sebanyak 24 gempa susulan bermagnitudo di atas 5 dan 81 di antaranya dirasakan masyarakat. Aktivitas gempa susulan masih fluktuatif dan belum menunjukkan pola pelurunan yang jelas.
Di Posko Binaan Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, ratusan pengungsi sudah lima hari tidak menerima bantuan (per 19/8/2026). Warga kehabisan beras dan air minum, bertahan dengan sisa makanan dari reruntuhan rumah. Jumlah pengungsi terus bertambah, termasuk balita. Kebutuhan mendesak meliputi sembako, air minum, selimut, sabun, pasta gigi, dan sikat gigi. Beberapa warga sempat dikirim ke Posko Ronting (5 km) namun bantuan di sana pun menipis, memicu keributan dan berebut bantuan.
Korban seperti Zaitun (36) menceritakan momen gempa utama saat baru bangun tidur jam 05.30 pagi. Rumahnya runtuh bertahap, dia dan istri selamat dengan luka ringan. BMKG memperingatkan masyarakat tetap waspada mengingat aktivitas gempa susulan masih berlangsung.
Bagikan
Berita terkait
OJK Relaksasi Kredit Debitur Terdampak Gempa NTT 3 Tahun
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 14.42
Kabar Baik, OJK Restrukturisasi Kredit Korban Gempa NTT
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 14.25
Warga Berlarian Keluar saat Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya NTT
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 09.29
OJK Beri Keringanan Kredit Korban Gempa di NTT
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.41