Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Jerman Bangun Sistem Pertahanan Baru Buntut Serangan Drone di Leipzig

Jerman sedang mengembangkan sistem pertahanan baru untuk mencegah serangan drone, setelah insiden pada 4 Agustus di Bandara Leipzig-Halle yang melibatkan beberapa drone kecil. Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyatakan bahwa serangan hibrida Rusia kini menjadi kenyataan, dan pemerintah berencana memperluas unit pertahanan anti-drone bergerak milik kepolisian federal. Langkah-langkah ini termasuk penggunaan kendaraan dan helikopter untuk melindungi wilayah udara di kota-kota penting seperti Frankfurt, M\u00fcnchen, dan Berlin. Sistem ini juga mampu menjinakkan drone yang membawa ancaman bom serta perangkat peledak lainnya. Pemerintah Jerman juga berencana mengubah undang-undang untuk memungkinkan operator infrastruktur penting seperti perusahaan air, listrik, dan industri pertahanan mendeteksi dan melawan upaya sabotase menggunakan drone. Selain itu, Jerman akan membangun perisai siber nasional untuk mendeteksi dan menggagalkan serangan peretasan yang setiap hari menargetkan lembaga pemerintah dan infrastruktur. Pemerintah juga ingin memperluas penggunaan AI, pengenalan wajah biometrik, dan sistem pengawasan video di pusat-pusat transportasi untuk mengidentifikasi pelaku yang dicurigai. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membantah tuduhan Jerman dan menyebutnya sebagai upaya untuk membenarkan penguatan militer Jerman. Ia juga mengkritik keputusan Jerman untuk menutup pusat kebudayaan Russian House di Berlin dan konsulat Rusia di Bonn. Menurut Bild, lebih dari 1.000 aktivitas drone mencurigakan tercatat di Jerman pada tahun sebelumnya, sebagian besar menargetkan fasilitas militer, bandara, pelabuhan, dan perusahaan pertahanan.

Berita terkait