Jiwa Bima Dalam Penegakan Hukum Pemilu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemilu merupakan perayaan kedaulatan rakyat dan arena pertarungan kekuasaan, namun sering dangkal akibat pelanggaran seperti politik uang, politisasi birokrasi, dan penyalahgunaan fasilitas negara. Respons lembaga penegak hukum pemilu justru antiklimaks, membuatnya tampak kehilangan 'Kuku Pancanaka' Bima. Bima mengajarkan keraguan sebagai pengkhianatan dalam menegakkan kebenaran, sehingga penegak hukum pemilu harus menunjukkan ketegasan melalui progresivitas hukum—menembus kebekuan aturan formal demi keadilan substantif. Penghadiran jiwa Bima dalam konteks modern sangat relevan untuk mendorong ketegasan intelektual dan moral dalam penegakan hukum pemilu.
Bagikan
Berita terkait
QS An-Nisa Ayat 135: Perintah Allah untuk Penegak Hukum
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 15.43
Penegak Hukum dalam Islam: Amanah Besar, Bisa Mengangkat Derajat atau Menyeret ke Neraka
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 05.15
Parpol Koalisi Diam Saja Tak Bela Gibran Saat Diserang Ijazah SMA oleh Denny Indrayana, Begini Reaksi Jokowi...
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 20.36
Pengamat Sebut Prabowo Bisa Gugat Gibran, Indonesia Berpotensi Punya Wapres Baru!
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 20.22