Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jiwa Bima Dalam Penegakan Hukum Pemilu

Pemilu merupakan perayaan kedaulatan rakyat dan arena pertarungan kekuasaan, namun sering dangkal akibat pelanggaran seperti politik uang, politisasi birokrasi, dan penyalahgunaan fasilitas negara. Respons lembaga penegak hukum pemilu justru antiklimaks, membuatnya tampak kehilangan 'Kuku Pancanaka' Bima. Bima mengajarkan keraguan sebagai pengkhianatan dalam menegakkan kebenaran, sehingga penegak hukum pemilu harus menunjukkan ketegasan melalui progresivitas hukum—menembus kebekuan aturan formal demi keadilan substantif. Penghadiran jiwa Bima dalam konteks modern sangat relevan untuk mendorong ketegasan intelektual dan moral dalam penegakan hukum pemilu.

Berita terkait