Jusuf Kalla: Rakyat Aceh Selalu Ingin Damai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), mengajak masyarakat Aceh menjaga stabilitas dan tidak mengorbankan kemajuan yang telah dicapai selama 21 tahun pasca-perjanjian damai Helsinki. Imbauan ini disampaikan menyusul kericuhan yang terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh pada Sabtu (15/8/2026) di Banda Aceh.
JK menyoroti bahwa kerusuhan tersebut tidak mencerminkan keinginan mayoritas masyarakat Aceh yang selama ini menikmati kondusi damai. Ia menegaskan bahwa perdamaian telah membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Peringatan ke-21 tahun perdamaian Aceh, yang MoU Helsinki-nya ditandatangani pada 15 Agustus 2005, seharusnya menjadi momentum untuk mengenang keberhasilan penyelesaian konflik panjang melalui jalur damai. Peringatan tersebut dilaksanakan dengan doa dan zikir di Masjid Baiturrahman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 10.45
Jusuf Kalla Yakin Kerusuhan di Banda Aceh Bukan Cerminan Keinginan Mayoritas Rakyat
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 07.10
Dialog Bukan Peluru: Hasto PDIP Tegaskan Jalan Damai untuk Aceh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 18.05
Kapolri Tegaskan Situasi Aceh Sudah Kondusif Pascaricuh di Hari Damai
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.09
Yusri Harap Semua Pihak Jaga Aceh Tetap Tenang dan Damai di HUT RI
Berita terkait
Menlu Sugiono angkat pengalaman damai Aceh-Maluku di forum PBB
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 14.55
SBY Ungkap Pelajaran dari Perdamaian Aceh: Dialog Bukan Tanda Kelemahan
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 15.31
Dudung soal Ricuh di Aceh: Hanya Oknum, Rakyat Aceh itu NKRI
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.27
Yusril: Mudah-mudahan Aceh Sudah Kondusif, Semua Pihak Jaga Kedamaian
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.01