Dudung soal Ricuh di Aceh: Hanya Oknum, Rakyat Aceh itu NKRI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menilai kericuhan yang terjadi di Aceh saat peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus hanya dilakukan oleh segelintir oknum, bukan mencerminkan sikap masyarakat Aceh secara keseluruhan. Dudung menegaskan bahwa rakyat Aceh tetap NKRI dan pihak-pihak tertentu memanfaatkan momentum peringatan MoU Helsinki 2005 untuk memicu kerusuhan. Kondisi Aceh saat ini telah kembali kondusif dan normal tidak lama setelah insiden, dengan bendera Merah Putih kembali berkibar.
Kericuhan pecah saat acara Hari Damai Aceh di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh berjalan lancar hingga ada pengibaran bendera Bulan Sabit. Aparat keamanan menurunkan bendera tersebut, memicu bentrokan antara massa dan aparat. Situasi kemudian berangsur membaik, massa bubar, dan TNI-Polri mengamankan lokasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.30
KSP Dudung Buka Suara soal Insiden Ricuh di Aceh
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 12.15
Hari Damai Aceh 2026 Ricuh, TNI Minta Semua Pihak Hormati Simbol Negara
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 11.50
Hari Damai Aceh Ricuh, Massa Copot Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 06.34
JK Ungkap Pemicu Kericuhan di Peringatan Hari Damai Aceh
Berita terkait
KSAD Sebut Tak Ada Penambahan Pasukan di Aceh Usai Ricuh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.17
Kapolri Tegaskan Situasi Aceh Sudah Kondusif Pasca Ricuh di Hari Damai
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 18.05
Pascakericuhan di Masjid Raya Baiturrahman, Yusril Berharap Aceh Kembali Kondusif
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.00
Aceh Minta Kepastian: Bendera Bulan Bintang Sebenarnya Boleh Dinaikkan Atau Tidak?
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 17.30