Kabinet Bayangan Bisa Jadi Wadah Riset dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa Kabinet Bayangan dapat berfungsi sebagai platform untuk melakukan riset, mengevaluasi kebijakan pemerintah, serta memberikan masukan konstruktif kepada kabinet yang sah. Ia menegaskan kehadiran Kabinet Bayangan, yang dipimpin oleh Feri Amsari, tidak perlu dikhawatirkan asalkan niatnya bukan untuk menjadi kabinet tandingan atau melakukan makar terhadap pemerintahan berlaku. Jamiluddin menyatakan bahwa kabinet tandingan merupakan hal lazim dalam demokrasi dan merupakan hak warga negara untuk menyuarakan pendapat, mengkritik, dan berpartisipasi dalam diskusi publik.
Lebih lanjut, Jamiluddin menjelaskan bahwa munculnya Kabinet Bayangan biasanya terjadi ketika parlemen lemah dalam menjalankan fungsi pengawasannya, sehingga peran ini diambil alih sebagai mekanisme checks and balances yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Kabinet Bayangan dapat menjadi bagian dari praktik demokrasi yang aktif, dengan memberikan alternatif pengawasan dan masukan kepada pemerintah, selama tetap dalam koridor hukum dan tidak bertujuan menggantikan kekuasaan yang sah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 17.58
Legislator PKB Usul Pilkada Tanpa Wakil, Kepala Daerah Menunjuk Usai Terpilih
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 14.50
Respons Kabinet Bayangan, Wapres tegaskan pentingnya pengawasan publik
Berita terkait
Polemik Kabinet Bayangan, Pengamat Ingatkan Jangan Tersusupi Agenda Kepentingan Politik Tertentu
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 15.44
PDIP Jabar Tak Takut Suara Tergerus oleh PSI Gegara Jokowi Pamer KTA di Bandung
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 20.03
Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2026-2031, Partai Ummat Siap Hadapi Pemilu 2029
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 21.53
Jokowi Sebar Anggota Keluarganya di Politik Indonesia: Gibran Tetap Anak Emasnya
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 14.30