Kabinet Bayangan Terbuka jika Ada Tokoh Bangsa yang Mau Jadi Dewan Pengawas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabinet Bayangan yang terbentuk pada pertengahan Juli 2026 membuka peluang bagi tokoh bangsa untuk menjadi bagian dari panel seleksinya. Saat ini, tiga tokoh menjadi Panel Seleksi, yaitu Zainal Arifin Mochtar (Guru Besar Hukum Kelembagaan Negara FH UGM), Bivitri Susanti (Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijaran serta Pengajar Jentera Law School), dan Erry Riyana Hardjapamekas (Wakil Ketua KPK 2003-2007 dan Pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia).
Sekretaris Kabinet Bayangan, Ahmad Jilul QF, menyatakan dalam podcast To The Point Aja di YouTube SindoNews bahwa pihaknya terbuka untuk memperluas anggota panel. Jilul menjelaskan bahwa ada usulan untuk melibatkan tokoh senior sebagai jangkar moral dan pengawas. Kabinet Bayangan tidak hanya membatasi diri pada tiga orang, melainkan siap menambah anggota jika ada tokoh bangsa yang bersedia memberikan masukan dan nasihat.
Lebih lanjut, Jilul menekankan bahwa Kabinet Bayangan mencari tokoh yang bukan berasal dari dunia politik. Tokoh yang bergabung nantinya akan berperan sebagai 'dewan pengawas' yang memberikan arahan dan pengawasan terhadap kebijakan yang diusulkan.
Bagikan
Berita terkait
Kabinet Bayangan Bisa Jadi Wadah Riset dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 06.04
Tokoh-Tokoh Merapat ke Istana, Ada Istri Bung Karno Hingga Ma'ruf Amin
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 08.23
Peringatan Hari Kemerdekaan Harus Jadi Momentum Dorong Wujudkan Kebijakan yang Adil dan Merata
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.45
Pramono Ungkap Kendala Modifikasi Cuaca Jakarta di Tengah Polusi Udara
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 11.38