Kabut Asap Karhutla Bisa Picu Pneumonia, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat meningkatkan risiko pneumonia karena partikel halus PM2.5 yang terkandung di dalamnya. Menurut Prof. Erlina Burhan, Dokter Spesialis Paru dari FKUI, partikel PM2.5 berukuran sangat kecil—sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter sehelai rambut—sehingga dapat melewati penyaringan alami hidung dan masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru. Partikel ini tidak hanya masuk ke paru-paru, tetapi juga membawa zat sisa pembakaran yang bersifat racun dan dapat mengganggu sel-sel paru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 September 2026 pukul 18.04
Malaysia Tetapkan Status Darurat di Sarawak Imbas Asap Karhutla RI
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 17.57
Waspada! Paparan Asap Karhutla Berulang Picu Risiko Kanker Paru
kumparan · 4 September 2026 pukul 17.55
Malaysia Tetapkan Status Darurat di Serian akibat Kabut Asap Karhutla RI
Detik.com · 4 September 2026 pukul 09.34
Malaysia Gelar Operasi Menyemai Awan Selama 3 Hari demi Kurangi Kabut Asap
Berita terkait
Kasus Pneumonia Melonjak di Pontianak Akibat Kabut Asap
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 05.47
Kasus Pneumonia di Pontianak Meningkat Imbas Asap Karhutla
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 05.03
Bahaya Kabut Asap Karhutla bagi Anak dan Cara Melindunginya
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.29
MBG Tetap Jalan Meski Sekolah Diliburkan Gegara Karhutla: Orang Tua Diminta Ambil Langsung
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 16.03