Waspada! Paparan Asap Karhutla Berulang Picu Risiko Kanker Paru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang meningkatkan risiko kanker paru dan penyakit paru kronis. Partikel asam berukuran <0,5 mikron masuk dalih saluran pernapasan, mengendap di alveolus. Dokter Linda Masniari, SpP(K), menekankan pentingnya masker N95 dan pembatasan aktivitas luar ruangan saat kabut asap. Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 4 September 2026 pukul 17.55
Malaysia Tetapkan Status Darurat di Serian akibat Kabut Asap Karhutla RI
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 16.15
Kabut Asap Karhutla Bisa Picu Pneumonia, Ini Penjelasan Dokter Paru
Berita terkait
Paparan Asap Berulang Tingkatkan Risiko Gangguan Paru hingga Kanker
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.54
Gara-gara Karhutla, Emisi Karbon Indonesia Naik 429 Persen
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.30
Dulu Anies Disemprot Prabowo Soal 'Angin Tak Punya KTP', Kini Menhut Ulangi
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 10.20
Sindiran Pedas ke Raja Juli: Kalau Nyalahin Angin, Buat Apa Ada Menhut?
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 09.50